Iron Man 2 (2010)
Nilai: D
Sutradara: Jon Favreau
Iron Man pertama tidak hanya film yang menghibur, tetapi juga film yang memiliki kualitas. Saya cinta itu. Sayang sekali Iron Man 2 hanya mengulang kembali film pertamanya-seolah-olah film ini hanya menjual sosok War Machine saja, dan anehnya justru menghilangkan poin-poin yang membuat Iron Man pertama banyak menuai pujian. Kali ini, superhero narsis Tony Stark (Robert Downey Jr.) harus berhadapan dengan pesaing bisnisnya di bidang persenjataan, Justin Hammer (Sam Rockwell), yang bekerja sama dengan fisikawan asal Rusia, Ivan Vanko (Mickey Rourke) yang belakangan menjadi Whiplash. Salahkan naskahnya yang ditulis oleh aktor-menjadi-penulis naskah debutan Justin Theroux. Plotnya datar dan sama sekali tidak memiliki pondasi yang kokoh. Ditambah dengan diselipkannya banyak sub plot kurang penting yang dipanjang-panjangkan, membuat cerita filmnya tampak ditulis ngawur. Ada yang ingat panjangnya sequence Grand Prix (terlihat di trailernya) yang dijaga oleh satpam-satpam yang lebih memilih mengamankan penonton daripada menolong Tony yang siap dibantai di tengah arena? Atau ulang tahun Stark? Theroux terlalu menggampangkan semuanya sampai mematikan logika film ini sendiri. Di film pertamanya, karakter Tony dibuat justru lebih menarik daripada Iron Man itu sendiri, namun di sini sama sekali tidak terlihat ada perkembangan yang menarik dari Tony. Dan sang antagonis, Hammer…siapa Dia lagi? Oh, hanya pesaing bisnisnya. Dan pameran CGI, yea, pertempuran robot-robot yang sangat panjang di akhir film dengan eksekusi secepat kilat. Sangat membosankan dan tidak ada yang menarik untuk disaksikan lagi.