Erdiawan Putra

Suster Keramas (2009)

Panjang sekali ceritanya kenapa Saya bisa menonton film ini (Lebih baik jangan ditanya). Pertama, Saya sama sekali tidak keberatan dengan film yang tidak cerdas. Asalkan film itu tidak membosankan dan menjengkelkan. Istilahnya adalah guilty pleasure. Sedangkan, Suster Keramas adalah contoh film sampah-guilty pleasure gagal. Membosankan. Niat menakut-nakuti malah tidak seram. Niat melucu malah jatuhnya kering. Ini adalah film horor nurseploitation (khas Indonesia) yang mirip dengan tema Candyman/Panggil Namaku 3x dicampur dengan sexploitation. Masalahnya adalah, mengapa Helfi Kardit masih berniat membuat sebuah film sexploitation jika ia tahu kalau maksimal hanya akan berani pamer belahan dada? Dari situ sudah jelas keberadaan film ini sangat dipaksakan. Dan anehnya LSF tidak melarang film ini. Aku kehilangan respek terhadap Helfi Kardit sejak film Lantai 13. Di sini Ia bahkan tidak punya niat berpikir untuk menaruh kamera dengan “wajar”. Suster Keramas seperti FTV horror di bioskop…dengan penampilan khusus seniman dari Jepang, Rin Sakuragi.


To Tumblr, Love PixelUnion

We're updating Fluid!

Soon, we'll be updating the look and feel of this theme. Read about the changes here. You can easily turn off this notification in the theme customization panel.

Close