The 7th Voyage of Sinbad (1958)
Ada alasan kenapa film ini kalah jauh dibanding King Kong (1933). Mereka sama-sama mengguncang bioskop dengan efek visual stop motion monster-monster raksasa. Tapi The 7th Voyage of Sinbad benar memiliki formula yang cheesy: jin anak kecil, misteri sebua puisi, antagonis yang sangat mudah membohongi sang jagoan utama. Tetap, film ini adalah contoh bagaimana film petualangan seharusnya dibuat. “Lihat cyclops! Lihat wanita ular menari! Lihat burung berkepala dua! Lihat naga api! Lihat cyclops bertarung melawan naga!(?)” Karya esensial dari ahli efek visual sekaligus produser film ini, Ray Harryhausen.
